|
Di tulis oleh Amri MF
|
|
Thursday, 08 November 2007 |
|
Berlari tak mungkin, melawan tak akan mampu, jumlah mereka lebih banyak dan sama-sama penunggang kuda. Dia hanya bisa pasrah saat para perampok mengacungkan golok dan berkata "Pilih Harta Atau Nyawa" Kepada Si Pengembara. Itu adalah cerita kakek dan nenek sebelum tidur dan sekarang sudah tidak ada lagi. Anda tidak usah khawatir karena di tengah jalan tidak ada perampok berkuda, Kalaupun ada anda tidak perlu cemas karena anda punya motor yang tidak kalah cepat. Tapi sebagai pengendara motor pasti ada hal lain yang anda enggan berurusan dengannya tentunya anda lebih tahu. Apa yang terjadi jika di tengah perjalanan roda dua anda tiba-tiba ada seseorang meiniup peluit dan memberikan dua pilihan "Disibi atau di Meja Hijau", anda harus memilih dua pilihan yang sebenarnya anda tidak mau memilih.
Sepintas ada kemiripan antara harta atau nyawa dan disini atau di meja hijau, apa ada kemiripan juga antara perampok dan orang tadi.
JIka anda seharusnya didenda mengapa tidak semuanya didenda, kalau begitu bukankan sama saja dengan membayar kesalahan dengan Kolusi, berarti KKN juga lahir di Jalan Raya dengan bibit yang tersebar di setiap titik di Indonesia. Negara Kita Negara hukum, Kita Punya banyak sekali pengadilan, sebelum masuk meja hijau, masalah bisa diselesaikan di aspal hitam. |